Selamat Jalan

March 31, 2009 at 5:08 am (Around me)

Kemarin, beliau masih duduk bersebelahan denganku dalam satu forum yang membahas persiapan “Switch Over” yang rencananya akan diselenggarakan akhir pekan ini. Beliau tampak lelah dan sempat memejamkan mata sejenak dalam forum itu. Namun, tidak ada tanda2 dia akan pergi. Setidaknya kami yang berada diforum itu tidak menyadarinya, walaupun mungkin sebenarnya dia sudah menampakkanya. Semangatnya masih terlalu dominan untuk menutupi kelelahannya itu yang mungkin ungkapan lelah terhadap dunia ini.

Hari ini dia telah pergi. Jiwanya telah terbebas dari kefanaan. Buku catatan hidupnya kini telah sampai pada halaman terakhir. Ya, dia telah menutup matanya. Selamanya. Dia telah kembali kepada Rabb-nya.

Selamat jalan. Selamat menempuh “hidup baru”. Semoga Apa yang telah engkau usahakan dapat memberi manfaat untuk “hidup baru”mu kini. Semoga kelapangan menyertai perjalananmu. Semoga sosok rupawan yang kelak menjadi temanmu di sana. Semoga Engkau mendapatkan cahaya yang membuatmu tersenyum menanti hari yang dijanjikan.

Permalink Leave a Comment

Tunjukkan Arahmu

March 27, 2009 at 9:16 am (Romantic)

Rasa ini begitu memuncak kurasa
Layaknya pendaki saat mengukir atap bukit dengan jejak2 sang petualang
Berilah arah untuk bahagiaku menuju kemulyaan
Agar tak tersesat oleh fatamorgana ciptaan makhluk penghuni jahanam

*Saat sentuhanMu kurindu

Permalink Leave a Comment

Kutitip Rasa Ini

March 27, 2009 at 9:08 am (Romantic)

Ku titipkan rasa ini padamu.
Aku sungguh tak mampu menjaganya.
Hatiku ini terlalu lemah untuk itu.
Kau saja yang tentukan.
Kau saja yang pilihkan.
Aku… ingin hanya kau yang hadir dibalik bahagiaku.
Engkaulah kesempurnaan itu

* karna engkau Tuhanku

Permalink Leave a Comment

Hanya Bisa Tersenyum

March 27, 2009 at 8:58 am (Romantic)

Mimpi itu kini telah lenyap
Bukan hilang
Hanya tak nampak lagi daalam pandanganku

Mimpi itu kini telah terwujud
Ya… kini nyata adanya
Namun bukan dalam kenyataanku

Aku hanya berusaha tersenyum
Bukan untuk menghibur laraku
Hanya untuk melihatmu bahagia

* aku hanyalah sebaris kisah yang telah tuhan tuliskan dalam catatan hidupmu. Dan mungkin tercatat dalam bab butir2 debu kehidupan.

Permalink Leave a Comment